Sergai.garudanews//Sekretaris Desa Sei Parit, Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Edick Darmanta Tarigan, mengaku merasa terancam usai didatangi diduga oknum aparat, di Pos Satpam PT Sido Jadi Kebun Sei Paret. Kamis (20/3) kemarin.
Sekdes Sei Parit Edick Tarigan kepada wartawan menjelaskan bahwa kedatangannya ke rumah Ketua Kelompok Tani di Dusun 4 Huta Tinggi, Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban hanya untuk berkoordinasi terkait pajak desa, namun justru berujung pada tuduhan yang tidak berdasar.
Menurut Edick, kedatangannya ke rumah Ketua Kelompok Tani atas arahan Kepala Dusun, guna mencari solusi dalam mendongkrak pendapatan pajak desa.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya turut membawa seorang teman yang kebetulan memiliki hubungan keluarga dengan Ketua Kelompok Tani tersebut.
Setelah pertemuan itu, Edick pun pulang dan kembali mengundang Ketua Kelompok Tani agar datang ke kantor desa untuk membahas pajak lebih lanjut sekitar pukul, 14.00 wib.
"Saya menjelaskan adapun maksud kedatangan saya ketempat ibu itu untuk menanyakan pajak bukan ada yang lain dan ibu itu diam aja," ujarnya, kepada Wartawan Jumat (21/3) di Sei Rampah.
"Setelah selesai dari kantor desa saya pulang kerumah lalu datang ke pos satpam, kebetulan saya centeng juga di PT Sidojadi Kebun Sei Parit "tambahnya.
"Namun saya dituduh datang kerumah ketua kelompok tani menjumpai anak ibu itu karena rupanya anak ibu itu mau dijadikan saksi dari kasus permasalahan Satpam.
Sementara saya tidak tahu menahu permasalahan kasus tersebut, karena kedatangan saya atas nama Pemerintah Desa sebagai Sekdes" paparnya.
Lebih lanjut dijelaskan Edick Tarigan, tak berselang lama dirinya didatangi diduga oknum TNI berseragam belum diketahui tugas dimana dan diduga oknum Polwan yang satunya dikabarkan bertugas di Polda Sumut, bersama warga Sei Parit juga.
"Diduga oknum TNI dan oknum Polwan tersebut sengaja dibawa oleh mantan satpam karena saya dianggap mengintimidasi saksi kasus mereka," jelasnya.
Sekdes Sei Parit menambahkan, dengan datangnya diduga oknum TNI dan Polwan tersebut jadi dirinya merasa terancam ditunjuk- tunjuk muka saya, kata oknum tersebut mau dibogem jadi malamnya saya tidak berani tidur dirumah padahal saya kerja dari sore sampai tengah malam sebagai Satpam.
"Terakhir saya tidur di Pos satpam karena was-was dan khawatir atas tindakan oknum aparat tersebut,"katanya.
Edick berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang terhadap intimidasi yang dirinya alami untuk keamanan dan keselamatan.
"Saya tegaskan bahwa saat itu saya menjalankan tugas sebagai perwakilan Pemerintah Desa untuk membicarakan permasalahan pajak, bukan untuk hal lain.
Saya meminta agar ada perlindungan hukum dan tindakan sesuai aturan yang berlaku di NKRI," tegasnya menutup.
Hingga saat ini belum diketahui identitas terduga dua oknum aparat tersebut guna kepentingan konfirmasi lebih lanjut pihak media. Karena korban (Sekdes Sei Parit) juga tidak kenal dengan kedua diduga oknum aparat tersebut.(Tim).
Tags
Berita Peristiwa